Sabtu, 27 November 2010

Mbah Maridjan dalam kehiduoan Sosial

"YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tim evakuasi korban letusan Gunung Merapi menemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi sedang bersujud di rumah Mbah Maridjan, Rabu (27/10/2010) pagi."

Setelah diselidki di Rs Dr sardjito, telah dikonfirmasikan bahwa mayat tersebut adalah benar jasad Mbah Maridjan. Beliau adalah sosok yang dihormati dilingkungan sekitar tempat tinggalnya yaitu daerah gunung merapi. Mbah Marijan merupakan sosok yang sangat penting karena dia menjadi juru kunci Gunung Merapi selama kurang lebih 28 tahun. Dia rela berkorban untuk mengawasi aktifitas Gunung Merapi dan rela menjadi orang terakhir yang berada di Gunung Merapi tersebut apabila meletus demi masyarakat di sekitarnya selama bertahun-tahun. Dengan sikap rela berkorban itulah dia menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, hingga ketika meletusnya Gunung Merapi  dia menjadi korban atas bencana alam tersebut yang menyebabkan nyawanya melayang.

"Keyakinannya tentang ancaman bahaya letusan Gunung Merapi yang hampir tidak pernah merambah Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, memberikan pelajaran niteni bahwa lingkungan alam di sisi selatan Gunung Merapi masih merupakan benteng pertahanan bagi warganya. " KOMPAS.COM

Dalam kehidupan sosialnya, mbah Maridjan menduduki level yang sangat tinggi karena sifat rela berkorbannya pada masyarakat sekitar merapi. Nilai tersebut sudah pasti patut untuk kita contoh. 
konsistensi dan keikhlasan Mbah Marijan dalam menjalani profesinya tergolong sangat jarang bisa dilakoni banyak orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar